Aktivis Datangi Kantor KPUD Labuhanbatu Minta Jujur dan Adil

Aktivis Datangi Kantor KPUD Labuhanbatu Minta Jujur dan Adil

Foto: Sejumlah masyarakat Labuhanbatu dari Kalangan aktivis pejuang Gemala Peroja

Sipayo.com – Sejumlah masyarakat Labuhanbatu dari Kalangan aktivis pejuang yang menamakan dirinya Gerakan Masyarakat Labuhanbatu Peduli Roja (GEMALA PEROJA) mendatangi Komisi Pemilihanan Umum Daerah (KPUD) Kabupaten Labuhanbatu, Sumatera Utara untuk menyampaikan aspirasinya, Rabu (14/10/2020).

Massa yang beriringan dari Gedung Nasional dijalan A. Yani sampai ke Kantor KPUD Labuhanbatu di Jalan WR. Supratman berjalan damai dan tertib setelah komitmen kesepakatan 4 Tokoh pejuang yang juga menyatakan mendukung ROJA (Roni-Jais) Nomor 4 pada Pilkada Labuhanbatu, karena menilai ini yang terbaik untuk masyarakat Labuhanbatu.

Para aktivis ini turun karena prihatin dan takut masyarakat salah dalam memilih pemimpin yang berbuat dan memperjuangkan kepentingan masyarakat diberbagai bidang untuk kebaikan bagi masyarakat Labuhanbatu.

Dalam penyampaiannya yang dikomandoi Hasanuddin Hasibuan SH, Mulkan Hasibuan SE Lahmuddin Hasibuan dan Ison Munthe, KPUD harus Melaksanakan Pilkada yang jujur dan adil tanpa intervensi dari manapun.

Kemudian, KPUD harus menolak Penyelenggara Pilkada di Jajarannya sampai TPS titipan dari Pasangan Calon atau dari orang suruhannya.

Selanjutnya, KPUD harus profesional, netral dan kerjasama dengan berbagai jajaran untuk terciptanya PILKADA yang jujur adil dan damai di Labuhanbatu.

“KPUD transparan atau terbuka agar pemilu menghasilkan Kepala Daerah yang amanah sesuai UU No. 7 Tahun 2017, Nomor 6 Tahun 2020, Perpu nomor 2 tahun 2020 perubahan ketiga UU nomor 1 tahun 2015 dan penetapan Perpu nomor 1 tahun 2014 tentang PILKADA,” sebut Hasanuddin.

Sementara itu Ketua KPUD Labuhanbatu Wahyudi mengatakan atas kritikan masyarakat tentang KPUD kami mengapresinya yang di Lakukan Masyarakat.

“Kita bersifat netral dalam Pilkada ini,KPUD juga terbuka,apalagi dalam perekrutan Kelompok Penyelenggara Pemugutan suara (KPPS),”Sebut Wahyudi.(Abi)