Calon Wakil Bupati Theopilus Ginting Ingin Wujudkan Karo Sebagai Lumbung Ternak

Calon Wakil Bupati Theopilus Ginting Ingin Wujudkan Karo Sebagai Lumbung Ternak

Foto : Calon Wakil Bupati Karo nomor urut 5, Theopilus Ginting saat mengunjungi Gundaling Farmstead

Sipayo.com – Sebagaimana visi Pemerintah Provinsi Sumatera Utara yang ingin mewujudkan daerah ini sebagai lumbung ternak di tahun 2023 untuk tujuan ketersediaan pangan yang cukup, serta dengan harga yang terjangkau, maka Kabupaten Karo juga harus mulai berbenah dalam meningkatkan produktivitas dari sisi hewan ternak, khususnya ternak sapi.

Hal ini diungkapkan oleh Calon Wakil Bupati Karo nomor urut 5, Theopilus Ginting saat mengunjungi Gundaling Farmstead, Selasa (27/10/2020).

“Ini tentu bukan sekedar impian, tapi bisa kita wujudkan. Apalagi Kabupaten Karo dulunya dikenal sebagai salah satu daerah dengan populasi hewan ternak terbesar berupa sapi dan lembu di Sumut,” kata Theopilus Ginting.

Lebih lanjut dirinya mengungkakan, bahwa Karo pernah berjaya dari sisi hewan ternak terlihat dari keberadaan pasar hewan ternak yang masih ada hingga kini. “Di Karo hingga kini masih terdapat dua pasar ternak, yakni di Desa Suka, Kecamatan Tigapanah dan di Desa Sukarame, Kabupaten Munte,” terangnya.

Selain wilayah dataran tinggi Karo yang potensial dan cocok dijadikan sebagai sentra peternakan, ketersediaan pakan juga menurut pria yang maju mendampingi Cory Sebayang tersebut dapat dikatakan sangat cukup.

“Di Karo ketersediaan pakan hewan ternak masih cukup, apalagi bila kita dapat memanfaatkan sumber daya yang ada, salah satunya adalah memanfaatkan daun jagung yang menjadi sentra tanaman di beberapa kecamatan seperti misalnya di Tigabinanga,” ucapnya.

Disisi lain kotoran hewan dapat juga dijadikan sebagai kompos yang nantinya hal ini dapat mendukung keberlangsungan pertanian organik di Kabupaten Karo. Tidak hanya sampai disitu, sektor perternakan ini juga dapat dijadikan sebagai pendukung pariwisata yang kian berkembang.

“Agrowisata yang digalakkan oleh Gundaling Farmstead di Berastagi ini mempadukan antara peternakan, pertanian dan restoran. Agrowisata terpadu dengan konsep farm to table ini juga turut menyajikan menu khas Karo dan menu internasional dengan bahan baku dari peternakan yang langsung disajikan segar di restoran,” tutupnya.