Harga Hasil Pertanian di Karo Tidak Stabil, Ini Strategi yang akan Dilakukan Theopilus Ginting

Harga Hasil Pertanian di Karo Tidak Stabil, Ini Strategi yang akan Dilakukan Theopilus Ginting

Foto : Calon wakil Bupati Karo nomor urut 5, Theopilus Ginting menyambangi sekumpulan pernanden (kaum ibu) yang tengah memanen bawang prei

Sipayo.com – Calon wakil Bupati Karo nomor urut 5, Theopilus Ginting menghadiri kegiatan di Desa Cinta Rakyat (Jumaraja), Jumat (9/10/2020). Saat ditengah perjalanan, tepatnya di Desa Merdeka, Theopilus Ginting melihat sekumpulan pernanden (kaum ibu) yang tengah memanen bawang prei.

Dengan begitu Theopilus Ginting langsung menyambangi, menyapa dan memperkanalkan diri, dan bertanya, tentang apa saja kendala yang selama ini mereka hadapi saat membudidayakan tanaman bawang prei, sebagaimana diketahui bahwa ini merupakan tanaman ciri khas Kecamatan Merdeka, selain dari tanaman lain seperti daun sop dan wortel.

Salah satu petani yang bernama Sri Netti br Ginting mengatakan bahwa masalah yang dialami petani yakni masalah harga. Dan berharap harga setabil, penjualannya cepat dan semoga semua berjalan denga baik.

“Permasalahan yang kami alami yakni masalah harga, kalau harga murah dan modal kita harus kuat, kalo berani maju berhutang. Dan kami sebagai petani menghendaki harga setabil dan berjalan dengan baik,” ucapnya.

Dalam hal ini Theopilus Ginting mengatakan bahwa sebenarnya permasalah petani di Karo itu hampir merata di setiap wilayah, yakni terkait harga jual yang tak menentu ini. Dengan begitu dirinya semakin yakin, bahwa pendirian BUMD Pemasaran sangat penting di Kabupaten Karo.

“Sebagaimana visi dan misi kami dengan Ibu Cory Br Sebayang sebagai pasangan calon yang maju di Pilkada Karo 2020, maka pendirian BUMD Pemasaran sangat penting,” ucap pria yang juga dikenal sebagai manajer sepak bola Karo United tersebut.

Theopilus melanjutkan, melalui BUMD Pemasaran ini nantinya, maka berbagai terobosan pun dapat dilakukan dalam menentukan harga produk-produk pertanian Karo. Hal ini dapat dimulai dari menghitung produksi, masa tanam, dan masa panen yang nantinya akan memastikan jumlah produksi yang tidak berlebihan.

“Dengan demikian, sehingga harga tetap stabil. Dan BUMD pemasaran juga dapat mencari market yang sudah pasti melalui kerjasama kontrak dengan supermarket-supermarket besar di Indonesia yang bersedia menampung produk pertanian,” terangnya.

Dirinya menambahkan bahwa jika terpilih, dirinya dan Cory Sebayang akan menjadikan beberapa desa di Kabupaten Karo sebagai desa wisata pertanian. Apalagi Kabupaten Karo merupakan daerah tujuan wisata di Sumatera Utara yang didukung letak geografis dan iklim.

“Mengingat Kabupaten Karo menjadi salah satu daerah tujuan wisata di Sumatera Utara, yang didukung letak geografis dan iklim, maka keasrian pertanian dengan tanaman-tanaman khas juga tepat bila dijadikan sebagai desa wisata pertanian,” kata Theopilus.

Konsep desa wisata pertanian ini menurutnya dapat saja terwujud bila ada kolaborasi antara petani dan pemerintah.

“Bila hal ini terwujud, maka tentu akan menjadi inovasi yang sangat menarik. Hal ini akan menjadi daya tarik tersendiri bagi masyarakat untuk mengenal dunia pertanian di Kabupaten Karo, khususnya di Kecamatan Merdeka,” tutupnya.