Soal Pencemaran Nama Baik, Polres Labuhanbatu Proses Pengaduan Mantan Danton PTPN III Kebun Sisumut

Soal Pencemaran Nama Baik, Polres Labuhanbatu Proses Pengaduan Mantan Danton PTPN III Kebun Sisumut

Foto: Yoheri Afandi Manurung Mantan Danton PTPN III Kebun Sisumut saat Dikonfirmasi Wartawan di Mapolres Labuhanbatu, Rabu (28/10/2020).

Sipayo com-Polres Labuhanbatu baru hari ini memproses pengaduan Yoheri Affandi Manurung mantan Danton PTPN III Kebun Sisumut Labuhanbatu Selatan soal pencemaran nama baik.

Yoheri Afandi Manurung, siang tadi, Rabu (28/10/2020) diperiksa dan diminta keterangannya sebagai pelapor memenuhi panggilan penyidik atas laporannya beberapa bulan lalu dengan nomor: LP/1076/VII/2020/SPKT RES-LB, tanggal 31 Juli 2020, tentang dugaan tindak pidana kejahatan pencemaran nama baik yang diduga dilakukan oleh Parlindungan Hasibuan Kepala Keamanan (KAPAM) PTPN III Sisumut.

“Ya baru ini saya dipanggil dan diperiksa setelah hampir 3 bulan saya melapor,” kata Yoheri Afandi Manurung kepada wartawan seusai diperiksa di ruang unit Resum Polres Labuhanbatu.

Dikatakannya, akibat fitnah yang dilakukan oleh Kapan PTPN III Kebun terhadap dirinya, oleh management PTPN Kebun Sisumut memutasikan dirinya ke PTPN-I Kebun Julok Rayeuk Selatan Kabupaten Aceh Timur Provinsi Nangroe Aceh Darussalam (NAD).

“Tentu hal itu tidak bisa saya terima atas fitnah itu, karena itu saya melapor ke polisi untuk mendapat keadilan. Sebagai warga negara saya memiliki hak untuk mendapatkan perlindungan serta perlakuan yang adil dan sama dihadapan hukum.” ujarnya.

Mirisnya lagi lanjutnya, atas perbuatan management perusahaan terhadap dirinya atas fitnah tersebut, Yoheri mengaku tidak ada sama sekali mendapat pembelaan dan perlindungan dari pengurus serikat pekerja perkebunan (SPbun).

“Sama sekali tidak ada pembelaan dari SPBun PTPN III Basis Kebun Sisumut kepada saya, bahkan bermohon untuk bertemu manager saja tidak ditanggapi. Perlakuan SPBun ini saya rasa tidak adil, sebab sebagai anggota saya tetap memenuhi kewajiban membayar iuran bulanan,” sebutnya.

Sementara itu, kuasa hukum Yoheri Afandi Manurung, Jonni Silitonga SH,MH, selaku wakil Sekretaris Jendral Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Perhimpunan Advokad Indonesia ( PERADI) saat diminta tanggapannya via selular oleh awak media ini, dengan tegas mengatakan akan terus mengkawal kasus itu hingga tuntas.

“Hari ini saya tidak dapat hadir di Polres Labuhanbatu untuk mendampingi beliau, tetapi perkara ini tetap saya monitor dan saya kawal hingga clear,” imbuh Jonni.

Menurut Jonni, berdasarkan bukti permulaan yang sudah diserahkan ke Polres Labuhanbatu, ia berkeyakinan unsur hukumnya sudah terpenuhi dan berharap penyidik dapat memanggil semua saksi dalam perkara itu.

Ada pun nama saksi-saksi yang harus dipanggil sebutnya, yaitu Padillah Rahmawan Purba, Syamsudin Saragih dan Mercy Depano Marbun. Hal itu sebagai mana yang tersebut dalam surat kronologis kejadian pada tanggal 10 Mei 2020 yang dibuat oleh terlapor.

“Kita berharap semua saksi yang saya sebutkan dipanggil dan diperiksa agar kasus ini bisa terang benderang,” paparnya mengakhiri dari seberang selular. (Joko W)