Pelaku dan Penadah Pencurian Emas Tidak Ditahan, Kapolsek Bihil : Alat Bukti Tidak Cukup

Pelaku dan Penadah Pencurian Emas Tidak Ditahan, Kapolsek Bihil : Alat Bukti Tidak Cukup

Foto: Aminah (60) warga Dusun Sei Kaseh Dalam, Desa Sei Kaseh, Kecamatan Bilah Hilir Kabupaten Labuhanbatu menunjukkan surat SP2HP yang ia terima dari Polsek Bilah Hilir di kediamannya, Jumat (6/11/2020)/(Joko W)

Sipayo.como – Polsek Bilah Hilir tidak berani melakukan penangkapan mau pun penahanan terhadap YG warga Desa Sei Kaseh, Kecamatan Bilah Hilir, Kabupaten Labuhanbatu terduga pelaku pencurian emas sebanyak 55 mayam dengan nilai uang bekisar 250 jutaan rupiah.

“Pelakunya dan penadahnya tidak ditangkap dan tidak ditahan, alasannya unsur tidak terpenuhi, sementara pelaku dan penadahnya sudah mengakui perbuatannya. Ini kan aneh,”kata Aminah akrab disapa Kak Ameng warga Dusun Sei Kaseh Dalam Desa Sei Kaseh Kecamatan Bilah Hilir Kabupaten Labuhanbatu kepada Sipayo.com di kediamannya di dampingi suaminya dan Dogol selaku Ketua Ranting PDI- P Sei Kaseh di kediamannya, Jumat (06/11)2020).

Menurut Kak Ameng, pelaku yang tak lain adalah menantunya sendiri telah ia laporkan ke Polsek Bilah Hilir pada 03 September 2020 dengan membawa saksinya.

“Yang saya laporkan ke Polsek itu menantu saya, tetapi yang diutamakan di proses oleh juper malah si Enjel anak kandung saya (istri YG). Memang keduanya mencuri emas saya,tetapi emas saya itu dicuri tak bersamaan mereka lakukan dan tanpa ada kesepakatan keduanya, ya kan wajar kalau hanya menantu saya yang saya laporkan,” ujarnya.

Sesuai keterangan YG saat dintrogasi olehnya, lanjut Kak Ameng, YG mengaku mengetahui tempat ia menyimpan emas itu, karena mengintip istrinya saat mencuri emas tersebut.

“Setelah YG tahu melihat si Enjel mencuri emas saya, si YG gantian mencuri emas itu. Ntah harinya bersamaan atau tidak saya tak tahu,” imbuhnya.

Tetapi di dalam pemeriksaan polisi, tambahnya lagi, YG mengaku mencuri atas perintah si Enjel. Padahal sesuai pengakuan YG kepadanya tidak seperti itu. Keterangan si YG kepadanya bukan perintah si Enjel, tetapi memang ada emas yang dicuri si Enjel dan si YG yang disuruh menjualkan. Sedangkan emas yang dicuri si YG sebagian dijual kepada HRP dan sisanya dijual kepada penadah lainnya.

“Anehnya lagi, si YG sempat ditahan satu malam lalu dilepaskan kembali, beberapa hari kemudian kita serahkan si YG ke Polsek agar ditahan dan kasus dilidik hingga ke penadah, tetapi oleh juper dan kanit pelaku disuruh bawa pulang kembali. Penadah juga sebelumnya sudah pernah dipanggil di polsek, tetapi tidak juga ditahan. Ada apa?,” timpal Dogol.

Karena pelaku tidak ditahan, masih kata Dogol,terjadi argumentasi antara dirinya dengan juper Bripka B Simare – Mare yang spontan mengatakan dengan nada tinggi ia pun bisa menangkap Kak Ameng.

“Kak Ameng pun bisa aku tangkap!,”ungkap Dogol menirukan ucapan Simare – Mare.” salahku apa kok aku yang mau ditangkap?,”timpal Kak Ameng.

Di kesempatan itu, Kak Ameng juga mengaku hanya menerima satu surat dari Polsek Bilah Hilir yakni SP2 HP, sedangkan STPL tidak ada diberikan.

Kapolsek Bilah Hilir AKP Ahmad Syafei Lubis SH, menjawab awak media ini beberapa hari lalu saat dikonfirmasi via selular dan konfirmasi langsung di teras rumah dinasnya mengatakan, unsur belum terpenuhi sehingga tidak bisa dilakukan penahanan.

“Bukti atau unsur lainnya belum terpenuhi, sehingga tidak kita lakukan penahanan,” kata Kapolsek AKP Ahmad Syafei.

Dijawab kembali oleh awak media ini, bukankah pelaku dan penadah juga sudah mengakui perbuatan tersebut, mantan Kapolsek Madina itu membenarkan hal itu, akan tetapi bukti lainnya tidak mencukupi karena emas itu sudah tiada lagi.

“Emasnya sudah tak ada, surat – suratnya pun tak ada, nanti kita paksakan kita tahan bisa kena prapidkan kami,” dalih AKP Ahmad Syafei.

Dalam keterangan Kapolsek Bilah Hilir AKP Ahmad Syafei, emas yang dibeli oleh penadah yakni HRP selaku pemilik toko mas di Negeri Lama itu diakui sudah dilebur dan peleburannya itu bercampur dengan emas lainnya.

“Memang benar emas itu sudah dilebur, tetapi emas itu kan dilebur bersama emas lainnya,” imbuhnya.

Terkait kasus itu, ia pun sempat mengintrogasi anggotanya yang menangani kasus itu karena disebut – sebut menerima uang 40 juta dari penadah.

“Saya tanya langsung kepada Simare – Mare, apa benar ia terima uang 40 juta dari si HRP, kalau itu benar aku masukkan kau! Tetapi anggota saya katakan gak ada ia terima apa – apa dari si HRP,” terangnya

Kendati pelaku tidak ditahan, Kapolsek Bilah Hilir AKP Ahmad Syafei Lubis SH mengatakan kasus itu akan tetap dilanjutkan dan dilimpahkan ke kejaksaan.

“Kita tetap proses kasus ini, maka akan kita limpahkan berkasnya ke kejaksaan. Kita tunggu petunjuk kejaksaan selanjutnya,” tukasnya.

Terpisah, menurut Kanit Reskrim Polsek Bilah Hilir kepada awak media ini Iptu OR Tambunan, emas yang dibeli oleh HRP bukan dilebur tetapi telah dijual kembali.

“Emas itu tidak dilebur pengakuan penadah kepada kami, emas itu telah dijualnya kepada orang lain,” sebut OR Tambunan.

Saat ditanya kembali, sesuai pengakuan Kak Ameng bahwasannya yang dilaporkan ke Polsek hanya menantunya, tetapi mengapa proses di polsek malah anaknya lebih diutamakan diperiksa, spontan Bripka B Simare – Mare selaku juper dalam kasus itu mengatakan itu lidik mereka.

“Itu lidik kami,” sebut Bripka B Simare – Mare dengan nada tinggi.

Pernyataan Kak Ameng bahwasannya yang ia laporkan adalah menantunya, hal itu dibantah oleh Kanit Reskrim Iptu OR Tambunan.

“Tidak begitu laporannya, tetapi yang ia laporkan kemari bahwasannya dia mengatakan kehilangan emas di rumahnya dan ada orang yang ia curigai. Jadi kita Lidik siapa – siapa saja yang terlibat dan kita proses,” terang OR Tambunan.

Ditanya apa benar pelapor belum diberi STPL tetapi hanya SP2HP yang diberikan, Iptu OR Tambunan langsung menanyakan hal itu kepada Bripka B Simare – Mare dan diakuinya memang SP2HP yang diberikannya. (Joko W)