Soal Penipuan dan Penggelapan Upah, Management PTPN III Minta Pelapor Cabut Pengaduan Dari Polres Labuhanbatu

Soal Penipuan dan Penggelapan Upah, Management PTPN III Minta Pelapor Cabut Pengaduan Dari Polres Labuhanbatu

Foto: Kuasa Hukum Yoheri Afandi Manurung Jonni Silitonga SH, MH.

Sipayo.com-Management PTPN III meminta Yoheri Afandi Manurung mantan Danton PTPN III Kebun Sisumut mencabut atas pengaduannya di Polres Labuhanbatu tentang dugaan penipuan/ penggelapan upah lembur oleh management PTPN III Kebun Sisumut terhadap dirinya semasa menjabat sebagai Danton security.

Hal itu dikatakan kuasa hukum Yoheri Afandi Manurung, Jonni Silitonga SH, MH kepada awak media ini di Rantauprapat, Senin malam (02/11/2020) saat menuju pulang ke Medan.

Dijelaskannya, pada Senin sore (02/11/2020) datang ke kantor Direksi PTPN III Jalan Sei Batang Hari atas panggilan pihak management PTPN III untuk membicarakan perdamaian atas laporan kliennya ke Polres Labuhanbatu.

“Panggilan itu sesuai memorandum dari Kepala Bagian Sumber Daya Manusia (Kabag SDM) PTPN III. Nomor :BSDM/KJLRS/1786/2020 tgl 27 Oktober 2020,” kata Jonni.

Sesuai keterangan kliennya, lanjut Jonni, pertemuan dalam pembicaraan perdamaian itu dilakukan di kantor Kepala Bagian SDM PTPN III.

“Pihak dari management PTPN III yaitu, Kabag SDM PTPN III Tengku Rinel, Kabag Umum Orchart Perangin angin, Kasubbag Admi Personalia Yunita Nasution dan satu orang dari bagian hukum mengadakan pertemuan dengan klien saya memohon berdamai atas perkara yang saat ini sedang diproses di Polres Labuhanbatu. Itu yang saya terima laporan dari klien saya,” ujar Jonni.

Managemen PTPN III, sambungnya, meminta kliennya bersedia mencabut laporannya dari Wasnaker Propinsi Sumatera Utara dan mencabut laporannya dari Polres Labuhanbatu.

Ditanya apa sikap dan tanggapannya atas permohonan damai tersebut, Wakil Sekretaris General Ketua DPP PERADI itu mengatakan, seharusnya pihak management PTPN III menemui dirinya selaku dirinya selaku kuasa hukum Yoheri Afandi Manurung.

“Kita bisa saja membuka pintu untuk berdamai, tetapi etikanya pihak PTPN III menemui atau menghubungi saya selaku kuasa hukum, karena kita yang membuat laporan ke Polres Labuhanbatu. Kita tunggu itikad baik mereka jika benar-benar mau berdamai,” sebutnya.

Terpisah, Yoheri Afandi Manurung dikonfirmasi via selular membenarkan dirinya dipanggil ke kantor Direksi PTPN III untuk berdamai dan mencabut pengaduannya dari Polres Labuhanbatu dan UPT Wasnaker Propinsi Sumatera Utara.

“Surat untuk bersedia berdamai sudah saya tandatangani, tetapi soal bagaimana bentuk perdamaiannya saya serahkan kepada kuasa hukum saya. Karena dari awal masalah ini saya kuasakan kepada Pak Jonni dan teamnya,” imbuh Yoheri.

Ditegaskannya, hasil dari pertemuannya dengan pihak PTPN III, diketahui dirinya dimutasi ke PTPN-I Kebun Julok Rayeuk Selatan Aceh Timur (NAD) bukan permintaan direktur pelaksana PTPN III melainkan permintaan Manager PTPN III Kebun Sisumut Rudi Sinaga.

“Tindakan semena-mena manager Kebun Sisumut ini yang membuat saya geram dan menempuh jalur hukum. Saya tidak salah, tetapi saya difitnah mencuri besi. Padahal itu fitnah dan masalah itu sudah saya laporkan ke Polres Labuhanbatu. Kita lihat saja endingnya nanti bagaimana, semua saya serahkan kepada kuasa hukum saya,” ungkap Yoheri. (Joko W).