Pegawai RSUD Rantauprapat Ditangkap Polres Labuhanbatu

Pegawai RSUD Rantauprapat Ditangkap Polres Labuhanbatu

Foto: Kanit 2 IPDA Tito Alhafezt Dan Personilnya berhasil menangkap 2 orang Pegawai RSUD Rantauprapat

Sipayo.com-Pegawai Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Rantauprapat, Kabupaten Labuhanbatu, Sumatera Utara ditangkap satuan Narkoba Polres Labuhanbatu saat hendak melakukan pesta Narkotika jenis Sabu tepatnya di salah satu ruangan yang terletak di lantai 4 RSUD Rantauprapat pada Senin,(4/1/2020) sekitar pukul 01.30 Wib.

Mulanya personil Sat Narkoba mendapatkan informasi tentang adanya pegawai RSUD Rantauprapat terlibat dalam penyalahgunaan narkotika jenis sabu, sehingga informasi tersebut ditindaklanjuti dengan melakukan penyelidikan.

Hasil penyelidikan yang dilakukan benar adanya dua orang pegawai yang satunya berinesial PJH alias Putra (34) yang merupakan PNS warga Rantauprapat. Sedangkan yang satunya AH alias Pauji (33) pegawai honorer warga yang sama.

“Dari penangkapan terhadap keduanya berhasil disita barang bukti berupa 1 plastik klip tembus pandang berisi narkotika jenis sabu seberat 0,06 gram netto, 1 bong lengkap dengan pipetnya, 1 plastik kaca pirek bekas bakar yang ujungnya menggunakan pipet, 1 buah mancis menggunakan kompor dari jarum suntik dan 1 buah pipet berbentuk scop,” kata Kasat Narkoba Polres Labuhanbatu AKP Martualesi Sitepu, Kamis (7/1/2021).

Katanya, dari hasil pemeriksaan kedua tersangka mengakui bahwa Narkotika jenis sabu tersebut diperoleh dari seorang laki-laki yang bernama A, warga Sioldengan, Kec. Rantau Selatan yang saat penangkapan kedua tersangka telah dilakukan pengejaran, namun tidak ditemukan dirumahnya, sehingga dari penangkapan kedua tersangka ini hingga sekarang masih dilakukan penyelidikan terkait asal kepemilikan narkotika sabu yang berhasil disita petugas.

Kemudian kedua tersangka menerangkan bahwa sudah berulang kali menggunakan Narkotika jenis sabu ketika sedang melaksanakan tugas malam dengan alasan untuk menambah tenaga supaya tahan begadang.

“Terhadap keduanya dipersangkakan melanggar pasal 114 ayat (1) subs pasal 112 ayat (1) JO pasal 132 ayat (1) dari UU RI No.35 tahun 2009 tentang narkotika dengan ancaman hukuman maksimal 15 tahun penjara,” papar Martualesi. (Abi)