Sempat Dipolice Line Polres Labuhanbatu, SPBU Ahmad Yani Mulai Beroparasi

Sempat Dipolice Line Polres Labuhanbatu, SPBU Ahmad Yani Mulai Beroparasi

Foto: SPBU 14.214.225 dijalan jendaral Ahmad Yani Rantauprapat mulai beroperasi

Sipayo.com – Meski sempat di Lakukan Police Line oleh Polres Labuhanbatu terhadap SPBU 14.214.225 dijalan jendaral Ahmad Yani Rantauprapat karena diduga minyak bercampur air yang dijual ke konsumen kini Polres Labuhanbatu telah membuka Police terhadap SPBU itu.

Belum diketahui pasti dibukanya Police yang di Lakukan polisi. Namun SPBU tersebut sudah terlihat beroparasi sebagai mana mestinya.

Kapolres Labuhanbatu AKBP Deni Kurniawan di Konfirmasi Wartawan melalui pesan Watsppnya menyarankan agar Konfirmasi Wartawan kepada Kasat Reskrim.

“Silahkan langsung kekasat Res ya,” tulis Deni melalu pesan Watsppnya, Minggu (10/1/2021).

Namun atas saran Deni,pesan yang dikirimkan diterusakan ke kasat res. Hingga berita ini dikirimkan keredaksi AKP Parikhesit belum bersedia memberikan keterangannya.

Sebelumnya,polres Labuhanbatu saat ini tengah mengusut dugaan penjualan BBM bio solar bercampur air di (SPBU) 14.214.225 di Jalan Jenderal Ahmad Yani Rantauprapat, Kabupaten Labuhanbatu. Saat ini, SPBU tersebut sudah dipasang garis polisi

Hal ini dibenarkan Kapolres Labuhanbatu AKBP Deni Kurniawan saat di Konfirmasi Wartawan melalui Via Watsppnya, Selasa (3/11/2020).

“Proses lidik masih berjalan,” tulis Deni melalui Whatsppnya.

Disinggung,apakah dengan proses lidik SPBU tersebut masih bisa tetap beroperasi, mantan Kapolres Nias itu menjawab tetap bisa beroperasi kecuali yang stasiun pengisian yang dipasang garis polisi tersebut.

“Tetap bisa beroperasi terkecuali yang di Police Line,” sebut Deni.

Sebelumnya, polisi setelah mendapat laporan dari konsumen yang mengalami kerusakan mesin mobil setelah mengisi BBM bio solar di SPBU itu mempolice linenya, Rabu (28/10/2020).

Namun atas Police Line yang dilakukan polisi dibantah dan masih mencari tahu konsumen yang komplain menyoal minyak bio solar yang diduga bercampur air di SPBU tersebut.Sebagai pelaku usaha SPBU tetap mengedepankan rasa tanggung jawab kepada konsumen dengan telah mengganti rugi kerusakan pada kendaraan yang telah mengisi di pompa bahan bakar.

“Kita telah mengganti rugi kerusakan mobil yang diklaim akibat minyak bio solar yang kami jual bercampur air,” kata Mahadi Siregar selaku Humas SPBU Minggu (1/11/2020) siang diruang kerjanya.

Katanya, perlu disampaikan kepada masyarakat dan konsumen terkait hal ini kami pihak SPBU masih mencari tahu situasi ini. Dikarenakan, pada tanggal 27 oktober 2020 kami baru mengisi minyak bio solar ke tangki tanam sebanyak 16 ton (sesuai dengan DO Pertamina).

“Pihak pertamina telah mengecek keadaan, baik sistem administrasi maupun kerja dan hasilnya tidak ditemukan kesalahan dari kami. Dan SPBU siap dilakukan pengujian kualitas minyak dari pihak pertamina dan pengawas,” sebutnya.

Menurutnya,hal tersebut belum bisa kita laksanakan, karena pihak kepolisan Polres Labuhanbatu telah melakukan penyegelan terhadap tangki tanam kami hingga hari ini. Bahkan, tangki tanam kami yang akan dilakukan pembersihan juga ikut disegel padahal tangki tersebut tidak terhubung ke nozel pengisian bio solar.

“Kami menyayangkan penyegelan tangki yang dilakukan pihak kepolisian. Karena, salah satu tangki yang disegel tidak terhubung ke nozel pengisian bio solar” ujarnya.

Dilanjutkannya, terhitung satu minggu ini kondisi di Rantauprapat hujan terus menerus, bisa jadi kami menduga ada rembesan air masuk. Sehingga, dengan kondisi alam kami masih menduga tidak ada niat untuk merugikan konsumen dan mengambil keuntungan, lebih tepatnya kondisi yang gak terduga (force majure).

“Kita belum tau pasti minyak bio solar itu bercampur dengan air atau tidak, dugaan rembesan air masuk melalui celah dinding yang baru dilakukan perbaikan oleh pihak ketiga kami bisa terjadi. Dan didugaan minyak bio solar sudah tercampur air terlebih dahulu sebelum sampai kemari karena lebatnya hujan atau, Tah ‘kencing’ dijalan lalu diganti dengan air siapa yang tau. Sehingga masih banyak kemungkinan yang bisa terjadi. Sebab, minyak yang didalam tangki belum bisa dicek karena disegel polisi.

“Pelaku usaha yang beritikad baik berdasarkan UU no 8 tahun 1999 tentang perlindungan konsumen Jo pasàl 6 selain konsumen pelaku usaha juga berhak mendapat perlindungan hukum sehingga harus dilindungi secara hukum,” tandas Mahadi.(Abi)