Polda Sumut akan Ambil Alih Kasus Dugaan Pencabulan Anak Bawah Umur di Tanjungbalai

Polda Sumut akan Ambil Alih Kasus Dugaan Pencabulan Anak Bawah Umur di Tanjungbalai

Foto: Ilustrasi (Net)

Sipayo.com – Kasus dugaan pencabulan dan/atau persentubuhan terhadap anak yang terjadi di Tanjungbalai tampaknya akan segera diambi alih oleh jajaran Kepolisian Daerah Sumatera Utara (Polda Sumut). Sebelumnya kasus ini ditangani oleh Polres Tanjungbalai.

Diambil alihnya kasus ini oleh Polda Sumut diketahui berdasarkan surat pemberitahuan kepada korban dengan inisial UHS bernomor SP2HP/23/II/RES.1.24./2021/Reskrim bertanggal 1 Februari 2021 yang ditandatangani Kasat Reskrim Polres Tanjungbalai, AKP Rapi Pinakri SH SIK.

Surat pemberitahuan ini juga menerangkan dari kesimpulan hasil Gelar Perkara Direskrimum Polda Sumut (29/1/2021), Subdit IV/Renakta Reskrimum Polda Sumut akan memanggil korban dan pihak-pihak terkait untuk diperiksa di Mapolda Sumut.

Informasi sebagaimana dilansir Sipayo dari Tataberita.com, dugaan pencabulan dan/atau persetubuhan terhadap anak ini dialami korban UHS sejak usia 13 tahun hingga sekarang usia 16 tahun.

Sumber lain menambahkan, kasus dugaan pencabulan anak di bawah umur ini sudah dilaporkan korban ke Polres Tanjungbalai.

Sebagaimana diketahui, tindak pidana pencabulan anak di bawah umur dijerat dengan UU No 17 Tahun 2016 tentang Penetapan Perppu No 1 Tahun 2016 tentang Perubahan Kedua atas UU No 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak.

Sebagaimana tertulis di Ayat (1) Pasal 82 Undang-Undang tersebut, pelaku pencabulan terhadap anak dipidana penjara paling sedikit lima tahun dan paling lama 15 tahun dan denda paling banyak Rp 5 miliar.