Percepat Danau Toba Sebagai Destinasi Wisata Prioritas, BPODT Jalin Kerjasama dengan HKBP

Percepat Danau Toba Sebagai Destinasi Wisata Prioritas, BPODT Jalin Kerjasama dengan HKBP

Sipayo.com – Dalam rangka mempercepat pengembangan Danau Toba sebagai salah satu destinasi pariwisata prioritas di Indonesia, Badan Pelaksana Otorita Danau Toba (BPODT) jalin kerjasama dengan Huria Kristen Batak Protestan (HKBP).

Terdapat dua rencana program kerjasama antara BPODT dengan HKBP, yakni rencana jangka pendek dan jangka panjang. “Ada empat butir program jangka pendek yang dilakukan pada Agustus sampai Desember 2021 ini,” Dirut BPODT Jimmy Bernardo Panjaitan.

Dijelaskan, pihaknya akan menindaklanjuti nota kesepahaman yang telah disepakati oleh BPODT dan HKBP pada 20 April 2020 dan pertemuan utusan BPODT dengan HKBP bertempat di Perkampungan Pemuda HKBP Jetun Silangit, Tapanuli Utara pada tangal 14 Juli 2021 lalu.

“Kesepahaman itu menjadi perjanjian kerjasama di mana HKBP menyampaikan pemahaman tentang peningkatan pengembangan mental, spritual, karakter, ahlak (character building) melalui materi khotbah yang disampaikan kepada warga jemaat HKBP, ” katanya.

Menurutnya, tujuan butir pertama itu diharapkan, masyarakat siap menerima Danau Toba sebagai Kawasan Strategis Pariwisata Nasional dan super prioritas pembangunan dan pengembangan kepariwisataan.

Lalu poin kedua, kata Jimmy, HKBP bersedia memberi kesempatan kepada BPODT untuk menyampaikan program kerja setelah selesai pelaksanaan kegiatan kebaktian baik kebaktian kompen di 8 distrik HKBP se-kawasan Danau Toba dan di 4 Gereja HKBP di Zona Otoritatif BPODT.

Poin ketiga, BPODT dan HKBP akan mengedukasi dan memberi pemahaman kepada jemaat HKBP untuk menerima dan menyadari arti pentingnya sadar wisata dan sapta pesona yang sangat dibutuhkan dalam hal pelayanan pengembangan kepariwisataan.

“Poin keempat yakni kita berkolabori dalam hal publikasi program kerja BPODT bersama HKBP,” katanya.

Sedangkan program jangka panjang, kata Jimmy, delapan poin penting atau potensial untuk dijajaki peluang kerjasamanya antara lain :

1. Mendorong Jemaat HKBP khususnya naposo bulung (pemuda) dan ibu-ibu yang kreatif dan inovatif dengan mengadakan pendampingan ekonomi kreatif mulai dari produksi kreatif hingga pemasaran dan penjualan dengan konsep pemanfaatan barang-barang daur ulang (reuse, recycle).

2. Mengupayakan Perkampungan Jetun Pemuda HKBP Silangit menjadi pusat pameran ekonomi kreatif dan hasil agrowisata serta produk kearifan lokal lainnya.

3. Mengadakan pelatihan – pelatihan agrowisata dan Desa Wisata, pemandu wisata (Guding Technique), pelatihan tata pelayanan makan dan minum, serta pelatihan kepariwisataan lainnya di Perkampungan Jetun Pemuda HKBP.

4. Mendorong kegiatan pertunjukan seni budaya yang tampil secara berkualitas dan berkesinambungan.

5. Bekerjasama dalam bidang edukasi dengan mengundang para peneliti melalui Universitas HKBP Nommensen dalam mendukung perencanaan pembangunan dan pengembangan kepariwisataan di Kawasan Danau Toba.

6. Menjalin kerjasama dalam bidang pelayanan kesehatan di Zona Otoritatif Danau Toba melalui Fakultas Kedokteran-Universitas HKBP Nommensen dan RSU HKBP Balige.

7. Pengembangan kapasitas sumber daya manusia dengan menfasilitasi beasiswa kepariwisataan bagi jemaat HKBP yang berprestasi sehingga diharapkan menjadi garda terdepan untuk mendukung kepariwisataan.

8. Pengembangan pembangunan situs Makam Missionaris Kristen Ompui L.I. Nommensen di Sigumpar, Toba.

“Itulah program yang kita rencanakan semoga masyarakat secara bersama-sama memberi dukungan kepada kami BPODT dan HKBP mempercepat pengembangan Danau Toba sebagai salah satu tujuan pariwisata prioritas Indonesia,” kata Jimmy Bernardo Panjaitan.