Selamat Jalan Bang Sahat Pakpahan, Sosok Dibalik Tranformasi Digital BPODT

Pagi ini mendapat kabar duka akan kepergian seorang sahabat Sahat Pakpahan, Tenaga Ahli Dirut BPODT Bidang Transformasi Digital. Orang pertama yang direkrut Pak Jimmy Panjaitan setelah dilantik jadi Dirut BPODT. Sosok sahabat yang humble dan dedikasi ke pekerjaannya. Sosok yang bisa menerjemahkan & mengimplemetasikan dengan baik visi Dirut BPODT terkait digitalisasi kawasan.

Aku bersedih luar biasa. Sudah lama aku ga menangis, tapi pagi ini air mata tumpah saat dikabari Bang Jimmy Panjaitan kalau kau sudah berpulang. Aku sedih luar biasa membayangkan kehilangan yang dialami istri dan anakmu. Karena sejak hari pertama masuk RS, istrimu yang di Jakarta menangis telpon aku, dan minta agar BPODT memperhatikan kondisimu.

Walau bersedih, aku mau cerita ke orang-orang semua pencapaianmu di BPODT. Agar mereka mengenangmu sebagai orang yang luar biasa.

Kalau hari ini di kawasan kaldera BPODT- Sibisa kita menikmati internet kencang, itu berkat Bang Sahat. Bang Sahat yang lobby telkom siantar untuk masukan Internet Fiber di Kaldera. Dan itu dikerjakan dengan cepat, sejak Dirut BPODT Jimmy Panjaitan menjabat.

Kalau biasanya wisatawan masih antri masuk kawasan kaldera BPODT karena masih manual pendaftaran, Bang sahat yang buat Digitalisasi Registrasi. Dan sekarang lagi on progres Manajemen dan Kapasitas Pengunjung sesuai Prokes COVID-19 berbasis IT.

Kalau sekarang Hotel Bobocabin (hotel pertama di kaldera yang beropreasi sejak juli) bisa menerapkan Internet of Things (IoT) untuk semua proses registrasi sampai tools-tools canggih didalam kamar, semua itu karena adanya internet super kencang di kaldera.

Kontribusi Bang Sahat buat BPODT sangat luar biasa. Bahkan saat Isolasi Bang Sahat masih on progres bantu konsep Penguatan Coverage 4G dan Wifi Coverage di sekitar Kawasan. Untuk kenyamanan pengunjung dan karyawan.

Banyak hal yang dilakukan Bang Sahat walau dalam waktu singkat. BPODT sangat terbantu dengan kehadiran beliau. Saat dirut BPODT memindahkan sebagian kepala divisi & staf untuk berkantor dikaldera-sibisa setiap hari, semua bisa bekerja karena ada internet fiber ini. Work From Toba nyata karena Bang Sahat.

Bang Sahat saat sampai akhir hayatnya sedang mengerjakan SIMPEG (Sistem Informasi Kepegawain) BPODT. Ini elemen kunci dalam manajemen SDM BPDOT yang lagi bertranformasi menuju lebih baik.

Sungguh kehilangan yang sangat besar bagi keluarga besar BPODT yang sedang berbenah.

Selamat jalan Bang Sahat. Akan sangat merindukan obrolan kita bertiga dengan Dirut didalam mobil atau di penginapan kalau kita dinas ke lapangan, karena kita selalu kemana-mana bertiga. Canda tawa dan kadang berdebat kencang sudah kita lalui. Semuanya untuk kemajuan BPODT dan Danau Toba. Aku bisa bersumpah kalau kau bekerja dengan hati, itu yang paling penting dalam membangun Danau Toba dengan segala tantangannya ini.

Terimakasih Bang Sahat atas sumbangsih pemikiran dan semua kontribusi nyata. Walau hanya sebentar sudah terasa banyak manfaatnya buat kemajuan BPODT. Sampai Pak Menteri Sandiana Uno didalam Instagramnya memuji transfomasi digital yang di Bang Sahat urusin.

Kami akan meneruskan rencana kerja yang sudah kau rencanakan. Diantaranya Sistem Ticketing berbasiskan Barcode, QR Code dan E-Money. Termasuk Digital Virtual Tour (AR/VR). Dan Digital marketing untuk pemasaran invastasi dan pariwisata. Tapi memang tidak gampang mencari sosok penggantimu, Bang Sahat. Yang pintar bidang IT banyak, yang bekerja pakai hati sepertimu yang akan sulit dicari.

RIP Bang Sahat.
Ternyata wa 18.38 WB tadi malam adalah WA terakhir darimu. Pagi ini jam 6.47 WIB aku WA untuk tanya keadaanmu, tapi tidak deliver. Tidak ada firasat apa-apa, sampai 2 jam kemudian kau sudah pergi meninggalkan kami semua.

RIP Bang Sahat.
Selamat jalan kerumah Bapa di Surga.
Jadilah pendoa bagi kami yang masih berkelana di dunia ini.
Kau akan selalu kami rindukan.

-Raja Malem Ukur Tarigan-