Facebook dan Instagram Gugat Perusahaan Penjual Like dan Akun Palsu
 
Sipayo.com - Facebook dan anak perusahaannya, Instagram, menggugat empat perusahaan dan tiga orang di China.


Perusahaan dan orang-orang itu dituduh telah membuat dan mempromosikan penjualan akun palsu, like, serta follower di platform mereka.




Gugatan itu telah diajukan ke pengadilan federal AS, di mana perusahaan dan orang-orang itu telah melanggar hukum kekayaan intelektual AS dengan secara ilegal menggunakan merek Facebook serta Instagram dalam melancarkan aksinya pada Jumat (1/3/2019).

Menurut Facebook dan Instagram, pabrikan tersebut mempromosikan akun palsu di platform online seperti Amazon, Apple, Google, LinkedIn, dan Twitter.

Secara spesifik, gugatan yang diajukan Facebook dan anak perusahaanya adalah meminta pengadilan untuk mencegah perusahaan dan orang-orang untuk membuat dan mempromosikan akun palsu.

Facebook juga meminta pengadilan untuk menghentikan tindakan ilegal menggunakan merek dagang Facebook di situs web para produsen akun palsu, serta penggunaan domain berembel-embel Facebook di situs mereka.

"Dengan mengajukan gugatan ini, kami berharap bisa menegaskan bahwa tindakan penipuan semacam ini tidak ditoleransi dan kami akan bertindak tegas untuk melindungi integritas platform kami," ujar Vice President and Deputy General Facebook, Paul Grewal.

Facebook dan Instagram menghadapi tekanan atas maraknya berita hoaks dan akun palsu yang beredar di platformnya, terutama yang berkaitan dengan isu politik di beberapa negara.

Aksi bersih-bersih akun palsu yang ditengarai menjadi biang keladi berita hoaks pun dilakukan di Amerika Serikat dan sejumlah negara lain.

Tahun lalu, Facebook menemukan bahwa lebih dari 600.000 warga AS mengikuti akun palsu yang disinyalir terkoneksi dengan Rusia. Setelah terendus, akun-akun palsu di Instagram dan Facebook itu pun dihabisi sebelum pemilu paruh waktu di AS digelar tahun lalu.

Seperti dilansir dari Business Insider, Senin (4/3/2019), Facebook menutup situs berita palsu yang menyebarkan informasi sumir terkait oposisi Bangladesh sebelum pemilu negara tersebut digelar.

Selain membersihkan akun palsu, Facebook juga memberlakukan aturan khusus bagi para pengiklan. Contohnya saat Pemilu India akan digelar, Facebook lebih memperketat aturan iklan, terutama yang berbau politik.

Facebook mengumumkan fitur "online search ad library" yang mewajibkan para pengiklan untuk mengungkap identitas dan lokasi mereka sebagai syarat verifikasi. Bulan Januari, Facebook kembali mengumumkan penghapusan ratusan akun yang terhubung ke Iran dan Rusia yang menyebarkan informasi palsu.

Bulan lalu, Facebook juga menghapus laman dan akun yang terlibat "coordinated inauthentic behavior" atau laman serta akun yang disinyalir berperilaku tidak wajar dan tidak otentik yang terkoordinasi.

Akun dan laman tersebut menargetkan orang-orang di Moldova menjelang pemilu digelar.
Tak hanya Facebook, Instagram juga menjadi sarang akun palsu demi kepentingan marketing.

November lalu, Instagram sesumbar telah menutup akun-akun yang menggunakan aplikasi pihak ketiga untuk meningkatkan popularitas dengan likes dan pengikut palsu.

"Perilaku tidak otentik tidak punya tempat di platform kami. Itu mengapa kami mengupayakan sumber daya semaksimal mungkin untuk mendeteksi dan menghentikan perilaku ini, termasuk menon-aktifkan jutaan akun palsu tiap harinya," ujar Grewal.

"Gugatan hari ini adalah satu langkah lagi dalam upaya lanjutan kami dalam melindungi orang-orang di Facebook dan Instagram," imbuhnya.


Alpandi Pinem // 2019-03-04 12:40 WIB
Menurut kamu bagaimana?
Dilaporkan Soal Dugaan Penipuan dan Penggelapan Upah, Pimpinan Perusahaan Laporan PTPN III Kebun Sisumut Bakal Diproses di Polres Labuhanbatu
19:14 WIB
Calon Wakil Bupati Theopilus Ginting Ingin Wujudkan Karo Sebagai Lumbung Ternak
14:47 WIB
Heboh! Puluhan Nande-nande Hancurkan Judi Ikan-ikan di Desa Bintang Meriah
11:18 WIB
Soal Pencemaran Nama Baik, Polres Labuhanbatu Proses Pengaduan Mantan Danton PTPN III Kebun Sisumut
2020-10-28 22:18 WIB
Theopilus Ginting: Kepiawaian Masyarakat Karo dalam Bertani Tak Dapat Diragukan
2020-10-28 11:51 WIB
Umat Hindu di Deli Serdang Rayakan Navaratri
2020-10-27 22:52 WIB
Paslon Cory-Theo Gencar Ajak Warga Pakai Masker Untuk Cegah Penyebaran Covid-19
2020-10-27 20:12 WIB
Polres Labuhanbatu Grebek Kampung Narkoba di Sei Berombang
2020-10-24 20:28 WIB
Pemdes Sei Tarolat Distribusikan Masker 3000 Buah Kepada Warganya
2020-10-24 16:24 WIB
Kades Sei Tarolat: Berpikirlah Positif Thinking Menyikapi Sesuatu Agar Tidak Salah Kaprah
2020-10-23 22:07 WIB
Warga Samosir Antusias Digelarnya Apel Siaga PSBI dan Roadshow Menyapa Rakyat
2020-10-23 17:26 WIB
Kunjugi Desa Samura, Masyarakat Nyatakan Siap Mendukung Paslon Cory-Theo
2020-10-22 21:54 WIB
Relawan dan Pendukung di Kecamatan Kuta Buluh Siap Bahu-membahu Memenangkan Paslon Cory-Theo
2020-10-22 17:00 WIB
Bagikan Masker, Cory Sebayang: Mari Ciptakan Pilkada yang Sehat
2020-10-22 16:43 WIB
Kunjungi Gudang Wortel, Theopilus Ginting Sebut Kesejahteraan Petani di Karo Harus Kita Wujudkan
2020-10-22 16:14 WIB
Pengedar Extasi dan Sabu Ditangkap di Halaman Parkir One Heart Karaoke
2020-10-21 18:30 WIB
Kajari Labuhanbatu: Pada Prinsipnya Pengadaan Barang dan Jasa Dimulai Adanya SPK
2020-10-21 15:07 WIB
Kunjungi Pengerajin, Theopilus Ginting: Kita Kembalikan Pembuatan Uis Gara ke Karo
2020-10-20 19:46 WIB
Kata Dedi Sinuhaji Saat Meliput Kerusuhan: Ibarat Telenan dan Pisau Jurnalis di Tengahnya
2020-10-20 13:04 WIB
PT Andalas Inti Agro Lestari Asean AGRI Group Pressure Pekerja BHL
2020-10-19 20:36 WIB