Kapam PTPN III Kebun Sisumut Resmi Dilaporkan ke Polres Labuhanbatu

Foto: Yoheri Afandi Manurung Mantan Danton PTPN III Kebun Sisumut Resmi melaporkan Kepala Pengamanan PTPN III Kebun Sisumut Parlindungan Hasibuan.


Sipayo.com - Merasa tidak terima difitnah dan nama baiknya dicemarkan, Yoheri Afandi Manurung mantan Danton PTPN III Kebun Si Sumut oleh Kepala Pengamanan (Ka Pam) PTPN III Kebun Si Sumut Parlindungan Hasibuan ke Polres Labuhanbatu.

Parlindungan Hasibuan resmi dilaporkan dengan tanda bukti laporan berupa Surat Tanda Terima Pelaporan (STTPL) Nomor : STTLP/879/VII/2020/SPKT RES- LB hari ini, Jumat (31/072020).


"Ya bang, siang tadi kita laporkan. Saya tidak terima difitnah oleh Parlindungan Hasibuan, maka saya tempuh jalur hukum," kata Yoheri Afandi Manurung kepada Sipayo.com di Rantauprapat.

Sebagaimana pada pemberitaan Sipayo.com beberapa hari lalu, Parlindungan Hasibuan, kata Yoheri, membuat pernyataan fitnah dalam bentuk tulisan menyebutkan, bahwa anggota Satpam Kebun Sisumut, Padilla Rahmawan Purba, Erwin Simanjuntak, Samsudin Saragih, dan Mercy Devanu Marbun, menghadap kepadanya dan menceritakan tentang keluhan-keluhan mereka selama ia menjadi Danton.


Foto: Bukti pelaporan Yoheri Afandi Manurung terhadap Ka PAM PTPN III Kebun Sisumut Parlindungan Hasibuan.


Ada pun keluhan yang tertuang dalam pernyataan firnah tertulis oleh Parlindungan Hasibuan, yaitu :

1. Soal uang perjalanan dinas.
2. Soal uang tangkapan yang tidak jelas anggota Satpam yang menerimanya
3. Masalah DanTon ada meminta uang dari dari Ulbas toke sawit kampung sebesar 1 juta rupiah untuk uang persidangan.
4.Mencuri besi di belakang PKS Sisumut milik PTPN III PKS Sisumut.
5.Dirinya selaku Danton disebutkan menemui Ranju maling daerah Bis II, memakai sepeda motor Ka Pam Tasman Simatupang.

"Semua tuduhan itu fitnah. Tidak benar semua itu yang sebutkan, ini merusak nama baik saya," ujar Yoheri.

Terkait soal uang perjalanan dinas sidang ke pengadilan negeri Rantauprapat pada 13 Maret 2020, lanjutnya, seharusnya yang berangkat 5 orang.

"Kapasitas kami sebagai penerima kuasa untuk mewakili manager kebun Sisumut sebagai saksi, namun yang berangkat saya dengan Eko Kuswoyo. Sedangkan tiga orang lagi, Riswan Priadi, Romi P Siagian dan Sarmidi, tidak bisa berangkat karena tugas lapangan shift pagi sampai sore," imbuh Yoheri.

Sedangkan uang dikeluarkan oleh Dedi Ruwanto Krani APK, tambah Yoheri, sebanyak Rp1.150.000 yang akhirnya menjadi temuan Satuan Pengawas Intern (SPI) karena yang berangkat dua orang.

"Ada terdapat selisih uang perjalanan dinas Rp 690.000 dan sudah saya kembalikan kepada Ronald B Siringo-ringo Krani Satu Tata Usaha Kebun Sisumut," terang Yoheri.

Soal uang tangkapan sebesar 500 Ribu rupiah, sambungnya kembali, ia katakan sudah menjadi kesepakatan semua anggota Satpam. Hal itu disampaikan dalam apel mingguan untuk tambahan acara syukuran anggota Satpam yang menerima surat keputusan menjadi anggota Satpam. Soal uang sebesar 500 ribu rupiah dipegang oleh Eko Kuswoyo, bukan pada dirinya.

"Disebutkan Parlindungan saya meminta uang kepada Ulbas selaku toke sawit kampung, sama sekali tidak benar. Saya tidak pernah meminta uang kepada siapapun," sebutnya.

Masih kata Yoheri, tentang pencurian besi di PKS PTPN III Sisumut pada tahun 2019 saat dilakukan pencucian parit bekoan di areal ranaman ulang tahun tanam 2019, operator alat berat exavator (beck ho) menemukan besi. Kemudian besi itu dinaikkan ke dalam truk dan ditangkap oleh BKO dari kesatuan Bromob. Selanjutnya BKO menahan kunci kontak alat berat Excavator dan truk.

Akibat permasalahan tersebut, tambahnya lagi, Purwanto karyawan Afdeling V sebagai pengawas alat berat TU-2019, menghubungi dirinya melalui telepon selular dan meminta tolong agar ia menemui BKO anggota Brimob dimaksud dikarenakan kunci kontak alat berat excavator dan truk ditahan anggota BKO itu.

"Saat itu saya dalam perjalanan pulang dari pengadilan negeri rantauprapat, setelah sampai di kebun Sisumut, saya dan Purwanto menemui BKO anggota Brimob memohon kepada BKO anggota Brimob agar mengembalikan kunci Exavator dan truk. Jika ingin lebih jelas, silahkan klarifikasi kepada saudara Purwanto sebagai pengawas alat berat, karena dia yang sangat paham," ungkapnya.

Yoheri juga memberikan klarifikasi soal tuduhan terhadap dirinya menemui Ranju Pencuri Sawit dari BIS II.

"Saat itu saya habis patroli dari Afdeling-II sekitar pukul 16.00 WIB, ditengah jalan saya berpapasan dengan Ranju. Saya berhenti dan bertanya kepada saudara Ranju mau kemana, lalu dijawab oleh Ranju mau mencari kakaknya yang sedang mengumpul lidi kelapa sawit. Saat itu juga saya perintahkan saudara Ranju untuk keluar dari areal kebun," paparnya.

Di saat ia berbicara dengan Ranju, sebut Yoheri, Erwin Simanjuntak anggota Satpam melintas di kebun Sisumut mengendarai sepeda motor. Tetapi Erwin Simanjuntak tidak berhenti sehingga tidak mendengar apa pembicaraannya dengan Ranju.

"Saya sangat keberatan atas fitnah ini. Sebab ini pencemaran nama baik saya, karena itu saya akan segera buat laporan dan menempuh jalur hukum," pungkas Yoheri mengakhiri.

Kepala Pengamanan ( Ka PAM) PTPN III kebun Si Sumut Parlindungan Hasibuan, dikonfirmasi Sipayo.com via selular , Senin (27/07/2020) membantah ada membuat pernyataan tertulis sebagaimana yang dikatakan Yoheri Afandi Manurung.

"Satu biji pun saya tidak ada membuat surat pernyataan apa pun, tidak benar itu Pak. Bohong itu Pak, tidak benar semua itu Pak," kata Parlindungan Hasibuan.

Diminta tanggapannya dirinya akan diadukan ke Polres Labuhanbatu, Parlindungan mengatakan itu hak Yoheri membuat pengaduan.

"Silahkan saja, itu hak dia. Kita pun bisa mengadukan dia jika laporannya itu tidak terbukti," tukas Parlindungan Hasibuan.

Saat dikonfirmasi kembali dan dikirimkan foto surat pernyataan atas namanya dan ditandatangani olehnya via WhatsApp Messenger, serta ditanya tentang jawaban awalnya yang mengatakan tidak membuat surat pernyataan, hingga berita ini dikirimkan ke redaksi, Parlindungan Hasibuan belum memberikan balasan. (Joko W).
Ekel Sembiring // 2020-07-31 20:33 WIB
Menurut kamu bagaimana?
PPK Kecamatan Bilah Hilir Gelar Acara Uji Publik Data Pemilih Sementara
20:45 WIB
Bupati Karo Hadiri Pelantikan DPD PEMA PMS Kabupaten Karo
17:11 WIB
Protes atas Kematian Warga Ditembak Polisi, Warga Labura Bakar Ban Bekas di Jalan
2020-09-26 14:49 WIB
Waspada! 7 Warga Labuhanbatu Terpapar Virus Covid 19, Salah Satunya Warga Bilah Hilir
2020-09-26 11:11 WIB
Ini Lima Paslon yang Bertarung di Pilkada Labuhanbatu, ini Nomor Urutnya
2020-09-24 19:52 WIB
Cory Sebayang-Theopilus Ginting Dapat Nomor Urut 5, Ketua Pemenangan Sebut Wakili Merga Silima
2020-09-24 16:17 WIB
Bertemu Pendukung di Kecamatan Merdeka, Ini Janji Cory Sebayang Kepada Petani
2020-09-23 18:48 WIB
Bertemu dengan Pendukung di Kecamatan Tigabinanga, Ini Pesan Cory Sebayang
2020-09-22 22:05 WIB
Paslon Cory-Theo Kunjungi Moderamen GBKP Minta Didoakan
2020-09-22 14:44 WIB
Pengerjaan Proyek DAK SD 114372 Libatkan Siswa SD, Wali Murid Keberatan
2020-09-22 11:23 WIB
Pendukungan dan Relawan Kecamatan Naman Teran Siap Menangkan Cory-Theo di Pilkada Karo 2020
2020-09-21 21:53 WIB
Alamak! Kasek SDN 114372 Bilah Hilir Kerjakan Siswa Angkat Bahan Bangunan
2020-09-21 11:08 WIB
Ini Sosok Pelatih Karo United Setelah Ansyari Lubis ke PSMS Medan
2020-09-20 17:17 WIB
Karo United Kembali Gelar Seleksi di Berastagi, Ini Dafatar Pemain yang Lolos ke Seleksi Selanjutnya
2020-09-20 15:10 WIB
Bersama Mahasiswa ULB, Bupati Labuhanbatu Hadiri Workshop UMKM di Desa Lingga Tiga
2020-09-20 11:26 WIB
Anggota DPRD Labuhanbatu Mediasi Warga dan PT Bilah Soal Ternak Lembu
2020-09-19 11:01 WIB
Waduh! Sudah 1 Orang Kadis Di Pemkab Labuhanbatu Terpapar Covid-19
2020-09-18 21:56 WIB
Lurah Negeri Baru : Tingkatkan Ukhuwah Silaturahim, Patuhi Protokoler Kesehatan
2020-09-18 20:23 WIB
Dukungan Kian Mengalir ke Cory-Theo, Kali Ini Datang dari Relawan Kecamatan Kutabuluh
2020-09-17 19:44 WIB
Alamak! Gara-Gara Lembu Warga, Askep PT Bilah Platindo Merasa “Dilembukan”
2020-09-17 12:37 WIB