Alamak! Gara-Gara Lembu Warga, Askep PT Bilah Platindo Merasa “Dilembukan”

Foto: Asisten Kepala (Askep) PT Bilah Platindo Irsan, saat dikonfirmasi wartawan di Posko Perbatasan dengan Kelurahan Negeri Baru. Rabu (16/09/2020). (Joko W).


Sipayo.com - Asisten Kepala Perusahaan Perkebunan Kelapa Sawit PT Bilah Platindo Irsan, melontarkan kalimat yang hiperbola. Ia merasa dianggap lembu hanya dikarenakan ternak lembu warga Kelurahan Bangun Sari digembalakan ke dalam areal perkebunan perusahaan.

Kalimat itu dilontarkan Irsan di hadapan Lurah Negeri Baru Safruddin Nasution SE, Babinsa Kelurahan Negeri Baru Pelda Abdul Hakim, wartawan dan warga Lingkungan Bangun Sari 2 Kelurahan Negeri Baru di Pos perbatasan terkait masuknya lembu warga ke areal perkebunan perusahaan tersebut.


"Program pemerintah itu memanusiakan manusia bukan membinatangkan manusia, kalau seperti ini sama saja mereka melembukan saya," kata Irsan menjelaskan permasalahan soal lembu antara masyarakat dengan warga dihadapan Lurah Negeri Baru.

Ironisnya, saat dikatakan awak media ini perkataannya terlalu ekstrim dan ditanya apa conegsitasnya dalam persoalan itu sehingga dirinya merasa dianggap lembu, Irsan malah merasa diintervensi dan mengatakan itu adalah konferensi pers dan wartawan mau bertanya harus ada ijin dulu.

Dijawab awak media ini, bahwa itu bukan konfrensi pers dan yang dipertanyakan adalah kata - katanya, Irsan malah memuncak tempramennya dan bertanya bagaimana bila ia ditanya tidak mau jawab atas pertanyaan yang diberikan kepadanya.

Dijawab oleh wartawan bahwa itu haknya untuk menjawab atau tidak, Irsan pun mengatakan dengan tegas tidak mau menjawab pertanyaan apa pun dan berlalu pergi sambil merepet.

"Kalau begitu saya tidak mau jawab lagi masalah ini, terserah kalian mau ngomong apa," ujarnya seraya berlalu pergi dengan sepeda motornya.

Sebelumnya, Irsan sempat menjelaskan soal lembu yang warga Desa Bilah yang digembalakan di blok 5 bukan diijinkan oleh perusahaan tetapi sebuah kebijakan perusahaan dan seraya pelan - pelan mengarahkan warga agar berganti hewan ternaknya dari lembu ke kambing.

"Kita minta masyarakat itu berpikir dan kita arahkan mereka ternak kambing. Kalau kambing masuk di areal perkebunan gak masalah, tetapi kalau lembu merusak dan merugikan," sebut Irsan.

Ditanya awak media ini berapa besar kerugian perusahaan akibat lembu warga digembala di dalam areal kebun, Irsan malah meminta wartawan datang ke kantornya.

"Datang bapak ke kantor, di sana kalau mau bapak tau berapa kerugiannya," jawabnya singkat

Saat ditanya oleh Lurah Negeri Baru Safruddin Nasution tentang keputusannya, Irsan tetap bersikukuh mengatakan tidak boleh lembu warga digembalakan di dalam areal perkebunan.

Menanggapi hal itu, warga Lingkungan Bangun Sari 2 merasa perusahaan PT Bilah Platindo diskriminasi terhadap masyarakat lingkungan tersebut.

"Kalau mau dilarang, ya semua dilarang. Jangan kami dilarang, tetapi warga Blok 5 Desa Bilah dan warga Blok 18 bisa menggembalakan lembu mereka di areal kebun. Apa karena mereka takut akses jalan perusahaan di tutup warga karena melintasi jalan masyarakat? Sehingga kepada warga Desa Bilah mereka tak berani tegas?," ungkap warga dengan nada berapi - api.

Informasi lain yang dihimpun dari sumber lainnya, perusahaan melarang warga Lingkungan Bangun Sari 2 menggembalakan lembunya di areal perusahaan dikarenakan lembu warga sudah terlalu banyak.

"Kalau warga Blok 18 dan warga Blok 5 lembunya tidak terlalu banyak bang, sedangkan lembu warga Bangun Sari 2 sudah hampir 5 ratusan bang. Lagi pula lembu itu boleh masuk ke areal perkebunan karena kebijakan pimpinan setempat bang, kalau dari pimpinan atas tetap tidak membolehkan bang. Kami pun gak tau apa solusinya bang," ujar sumber dari pihak perusahaan PT Bilah Platindo.

Hasil investigasi wartawan sore itu di lapangan, lembu warga Desa Bilah tetap digembalakan di Blok 18 dan Blok 5. (Joko W)

Ekel Sembiring // 2020-09-17 12:37 WIB
Menurut kamu bagaimana?
Kunjugi Desa Samura, Masyarakat Nyatakan Siap Mendukung Paslon Cory-Theo
2020-10-22 21:54 WIB
Relawan dan Pendukung di Kecamatan Kuta Buluh Siap Bahu-membahu Memenangkan Paslon Cory-Theo
2020-10-22 17:00 WIB
Bagikan Masker, Cory Sebayang: Mari Ciptakan Pilkada yang Sehat
2020-10-22 16:43 WIB
Kunjungi Gudang Wortel, Theopilus Ginting Sebut Kesejahteraan Petani di Karo Harus Kita Wujudkan
2020-10-22 16:14 WIB
Pengedar Extasi dan Sabu Ditangkap di Halaman Parkir One Heart Karaoke
2020-10-21 18:30 WIB
Kajari Labuhanbatu: Pada Prinsipnya Pengadaan Barang dan Jasa Dimulai Adanya SPK
2020-10-21 15:07 WIB
Kunjungi Pengerajin, Theopilus Ginting: Kita Kembalikan Pembuatan Uis Gara ke Karo
2020-10-20 19:46 WIB
Kata Dedi Sinuhaji Saat Meliput Kerusuhan: Ibarat Telenan dan Pisau Jurnalis di Tengahnya
2020-10-20 13:04 WIB
PT Andalas Inti Agro Lestari Asean AGRI Group Pressure Pekerja BHL
2020-10-19 20:36 WIB
Bandar Narkoba Torgamba Berduel dengan Polisi saat Ingin Ditangkap
2020-10-19 17:36 WIB
Tes Urine Narkotika Diduga Sebagai Legalisasi PHK Pekerja di PT Hijau Pryan Perdana
2020-10-17 19:57 WIB
Ketua DPRD Sumut Baskami Ginting ‘Nehken Kekelengen’ ke Warga GBKP Se-Klasis Lubuk Pakam
2020-10-17 18:07 WIB
Kunjungi Rumah Siwaluh Jabu, Theopilus Ginting: Kita Dorong Wisata Budaya untuk Lestarikan Kearifan Lokal Karo
2020-10-16 18:59 WIB
Paslon Cory Sebayang – Theopilus Ginting Bagikan Masker di Pajak Tongging Cegah Penyebaran Covid-19
2020-10-16 18:13 WIB
Kapolres Labuhanbatu Bagi Paket Sembako dan Uang ke Kaum Duafa dan Masyarakat
2020-10-16 16:48 WIB
Terkait Pembongkaran Pasar Tradisional Labuhanbilik, Pemberitahuan ke Sekda Tak Ada
2020-10-16 16:04 WIB
Soal Test Urine Pekerja, PT HPP Diminta Jangan Melakukan Penzoliman
2020-10-15 16:46 WIB
Peredaran Narkoba Masih Marak di Kecamatan Panai Tengah Labuhanbatu
2020-10-15 14:14 WIB
Kunjungi Alpha Omega, Theopilus Ginting Berharap Alpha Omega dapat jadi Mitra Pemkab Karo Tangani Disabilitas
2020-10-15 13:51 WIB
Kunjungi Museum Jamin Ginting, Theopilus Ginting: Pahlawan Nasional Djamin Ginting Sosok Inspiratif bagi Generasi Muda
2020-10-15 13:37 WIB